Cinta Tak Mengenal Kata Menunggu

Disaat cintaku bertepuk sebelah tangan, kini aku sadar bahwa cintaku telah terabaikan dengan sia sia 2 tahun lalu. Aku telah berbeda dengan 2 tahun lalu. begitu pun dengannya. Yang telah lama kita tidak saling bertemu atau pun saling mengabari satu sama lain. Dan aku ingat saat kita terakhir kali bertemu dengannya, meskipun dia tak terlalu mengingatnya, mungkin banyak kebahagiaan yang dia ambil, sehingga pertemuan itu menjadi kenangan yang terlalu mudah untuk dilupakan. Setelah 2 tahun kita tak bertemu, mungkin aku dan dia telah memiliki seorang kekasih semenjak kepergianku, dan kini aku dan dia sedang berusaha melewati masa Penyendirian.

Kini aku ingin mengulang kembali pertemuan kita dulu yang sepertinya telah terasa hambar. Aku ingin cerita banyak tentang aku yang sekarang, yang telah jauh berbeda dengan yang dulu . Saat aku menelfonnya, aku telah tentukan tempat dan waktu kita bertemu, entah mengapa aku masih menyimpan nomor ponsel dia yang telah usang, dan yang ada di fikiranku ” mungkin dia telah menghapus nomor ponselku “. Waktu memang bisa membuat seseorang yang telah lama saling kenal menjadi satu sama lain yang mencoba untuk saling melupakan , meskipun terlalui oleh kurun waktu yang sangat panjang dan menciptakan kebahagiaan lain, yang semakin mudah untuk membuatnya semangat untuk melupakan itu semua.

Saat malam hari tiba, di suatu tempat yang sunyi, hanya ada siluet sinar cahaya lampu yang menerangi sudut sudut tempat, dan lilin lilin putih yang semakin lama semakin habis termakan waktu. Disaat aku menghampiri tempat tersebut, rupanya tidak banyak berubah semenjak pertemuan terakhir kita. Aku pun berjalan menuju tempat tersebut. Seketika fikiranku seakan telah dipenuhi oleh memory kenangan yang ingin membunuh perasaanku malam itu. Entah mengapa semua kenangan itu tiba tiba muncul di fikiranku, apa karena suasana tempat yang sangat sesak, karena dipenuhi kenangan suram yang akan terulang untuk kedua kalinya.

Setelah aku tiba dan seketika saja jantungku berdetak sangat kencang setelah terpaku melihatnya duduk disana. Kini aku dan dengannya telah lama saling mengobrol tentang pertemuan kita dulu. Tiba tiba saja dia terisak dengan kekasihnya yang sebelumnya dia sayang. Ditempat ini dan di waktu yang sama, rupanya tersimpan kenangan pahit yang dilakukan oleh mantan kekasihnya tersebut. Dia mencoba menceritakan kenangan itu semua kepadaku. Disitu aku berusaha untuk membantunya keluar dari kenangan pahit itu. Dan aku tahu, aku pasti bisa membuatnya lebih kuat menghadapi kelakuan dan perbuatan yang di lakukan oleh mantannya tersebut.

Mungkin setelah semua saran yang aku berikan padanya dapat membantunya untuk menjadi lebih baik. Obrolan kami pun berubah menjadi sesuatu yang dianggap lelucon. Aku berusaha membuatnya merasa nyaman berada di sampingku. Disaat alunan musik berubah menjadi lambat dan lilin-lilin yang telah lama senantiasa menemaniku pun telah meleleh kecil oleh waktu yang membunuhnya. Disaat itu pula aku mencoba memberanikan diriku untuk mengungkapkan rasa cintaku yang telah lama sia sia itu. Ketika aku mencoba untuk mengakataknnya, tiba tiba saja dia berkata ‘ Makasih ata pertemuan kita ini, aku seneng banget hari ini bisa bertemu “Sahabat” yang telah lama kurindukan dan sekarang aku telah memilih kekasih yang bisa mengganti kepergian dia yang dulu’ .

Seketika aku mengurungkan niatku untuk mengatakan itu semua. Setelah pertemuan kita berakhir, aku mengantarnya pulang dan pergi kembali dengan cinta yang tak terbalaskan untuk yang kedua kalinya dan juga dengan orang yang sama. Mungkin saja fikiranku berkata ‘ Dia yang terbaik ‘ , namun Hatiku berkata ‘ Dia bukan orang yang terbaik ‘ , Dunia memang benar untuk itu semua, Cinta tak mengenal kata menunggu…