Disatu Tempat Yang Tak Berpijak.

Walau terdengar tak merdu atau nada-nadaku yang sumbang, nyanyian itu telah mampu untuk membuatku seolah-olah dalam keadaan tak punya akal, yang telah lama berdiri terlalu rapuh dan tak sedikit pun kokoh. Aku tak peduli sudah berapa lama jauh antara aku dan malam, hingar bingar tetap saja membahana, di dekat pelupuk mata yang masih terjaga. Hati ini pun kembali bertanya, meskipun cuma pertanyaan klise kelas dua, namun rasanya masih perlu dicari jawabannya.

Memang membiarkan sesuatu yang berjalan seperti biasanya adalah hal yang memang sederhana. Namun akan terasa cukup singkat, ketika kau harus membiarkan sesuatu, namun kau merasa (mungkin) memang ada yang salah di waktu yang bersamaan Ah lupakan… mungkin aku memang harus beranjak dari satu titik tak berpijak, tapi tidak untuk selamanya.. mungkin hanya saat ini.

Iklan

Saat itu, Senja Telah Menikmati Bahagianya.

Mungkin baru beberapa bulan.. Disatu titik tempat dengan suara nyanyian lagu klasik yang melantunkan nada-nada pekat ke telingaku, sangat terasa penuh dengan hembusan angin-angin riuh yang telah berlalu-lalang. Sesaat tercium bau aroma parfum yang sangat menyengat, hingga terasa bahwa tubuh ini tergoyahkan dengan ratusan cabikan yang menelan sedikit demi sedikit ruang hati yang dulu pernah kau kunjungi. Mungkin di dalam raga ini, hanya terlihat sesosok wanita cantik yang sedang merasakan sisa-sisa hidupnya dengan ratusan rasa cinta, mimpi-mimpi yang bergelora dan sejuta harapan yang menghiasi lubuk hatinya.

Di waktu yang bersamaan, aku hanya mampu untuk berdiri, tersenyum, dan menatap raut wajah cantiknya, dari balik sebuah jendela kaca. Berbagai rasa cemburu, cinta, marah dan benci telah menjejali tubuh mungilnya. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku bahkan seluruh rongga-rongga tubuhku, merasakan sebuah sakit yang mungkin perihnya sangat menyerbu begitu luar biasa. Aku hanya mampu untuk terus meraung kecil kepada Tuhan, mengasihani disetiap malam.

Senja itu pun telah merasakan bahagianya, diriku benar-benar hanya mampu untuk dihadapkan pada sebuah kenyataan besar, betapa rapuhnya sebuah kehidupan. Betapa kita harus sadar dan paham bahwa perjalanan hidup kita ini bukan hanya sebuah pilihan atau paksaan. Detik demi detik terasa berhenti, tak ada satupun yang berlalu-lalang, yang selalu ku rasakan hanya kehampaan, dan semua terlihat begitu suram dan tak jelas.

Goodbye, goodbye my love, may God bring us back in time, leaving only you and me. Forgive me weak, and that’s able to give you a little smile in the struggle for life. That night You’re just goes first. And later, when all I lead, I just wanted to sprinting, to the arms, with a smile that enveloped million.

Tell My Life.

Di tema yg ini gue bakal ceritain sedikit kisah tentang perjalanan hidup dimana gue baru dilahirin.. sampe sekarang. Sebenernya gue gak seberapa tau/bisa soal nulis blog, tapi gue akan berusaha sebaik mungkin buat kalian semua. So, this is Tell my life…

Mungkin ada yang belum kenal sama gue.. perkenalkan nama gue Fikri Maulana gue lahir di Indonesia, tepatnya Surabaya tanggal 2 Desember 1999, gue lahir di Rumah Sakit bersalin Gubeng. Pas umur kandungan nyokap gue 9 bulan udah terlahir ke dunia, abisnya gue bosen.. ada TV, PS, LAPTOP. Hehhh, karena dilahirin 9 bulan kata nyokap gue, cuma segede botol air minuman kecil, tapi muka gue tetep gantenggg (sok ngarep 😐 ). Dan gue juga mengidap penyakit sesak nafas, tapi untungnya bokep sama nyokap gue selalu jagain dan perhatiin gue.

Gue itu dulu anaknya culun banget bener-bener bego dan anak rumahan banget, dan tiap hari kerjaannya cuma belajar, belajar dan belajar, dikarenakan gue mengidap penyakit sesak nafas gue itu lemah banget lari sedikit kumat, ketawa sedikit kumat pokoknya gue itu lemah banget deh. Kenapa alasannya dulu gue suka banget main game, setiap pulang sekolah gue pasti pulang ke rumah buat main game dan nyokap gue itu selalu beliin gue console-console kayak Ps, Sega, Nintendo apapun dia akan selalu beliin buat gue. Nyokap gue bener-bener gak pernah ngelarang gue buat main game walau ada Pr atau lagi karena dia tau kalo gue udah bosen, gue akan belajar.

Walaupun gue culun dan lemah IQ gue itu 150 makanya gue selalu rangking 4 besar. Lalu hidup gue berjalan seperti orang normal lainnya tapi dengan karakter gue yg beda dari sebelumnya, gue udah nggak culun lagi.. not afraid of anything. During the journey of life is a story in which we are determined, akhirnya gue menentukan jadi diri gue sebagai penulis dan gue bahagia bisa menghibur banyak orang “I really love my job”. I just wanna say, thank you for everything, thank you for all of you support. I love you guys i promise not stop make your happy.

Senyum Terakhir, Disaat Kau Ingin Pergi Selamanya

Disaat semua telah kutulis diatas secarik surat putih, mungkin ini surat terakhir yang bisa ku berikan, mungkin Tuhan menyaksikan semua penderitaan luka yang ku alami semenjak kau pergi. Bersama langit fajar, burung burung yang menghinggapi pohon tua di pagi hari, hingga menjelang malam, yang tak pernah ramai oleh gelak tawamu dan decak senyum bibir manismu. Dimana hanya ada rangkaian bintang bintang, dan angin malam yang sedikit dingin tanpa selendang hijau tua yang selalu kau bawa untuk menemani kebersamaan kecil ini. Harapanku seakan telah pupus oleh alam semesta, yang mencoba membuatnya tetap hidup walau lentera duka memaksanya untuk hilang.

Di bawah langit malam, telah ku relakan semua mimpi dan harapan kecil kita untuk selamanya kandas. Tanpa ku sadari, memang terlalu sulit melahirkan sebuah momen istimewa yang tak bisa kau nilai, atau di sisi lain kau hanya menganggapnya sebagai angin lalu. Bangunlah dari lelap tidurmu, jika momen tersebut dapat muncul seketika diatas angan yang ku anggap telah hilang, dan biarkan dunia dan alam semesta memutuskan apakah kau akan selamanya hilang atau kembali dalam ingatan burukku.

Sebuah momen, dimana dunia akan mempersatukan dua manusia bodoh yang ingin mempersatukan cinta lamanya, atau dunia lebih memilih cinta tersebut kelam dan hanyut dalam laut cinta. Jika kau ingin pergi meninggalkanku, jangan kau rebut bahagiaku, cukup ambil luka yang ku alami agar aku dapat sedikit sembuh. Dan lengkungkan senyum indah di bibir manismu, disaat dunia lebih memilih kau pergi untuk selamanya …

Kehilangan, Yang Mencumbu Malam

Memandangi langit malam, bersama bintang dan bulan, senantiasa menemani jauhnya malam pada setangkup jenjang perpisahan. Meskipun cuma aku yang berdiri dan menyimak sepinya sebuah malam di sudut kaca, yang berusaha melepaskan ikatan rindu yang menyelip di antara hati dan jantung, berharap kau telah pergi membawa selendang putih dengan kenangan yang telah lama kau nantikan. Walau sebenarnya diriku terlalu lemah, jika harus menatap indahnya malam, bersama decitan nada kebahagiaan, yang selalu membuatku harus tersiksa, tanpa kau harus tahu itu semua adalah hal yang terlalu tua untuk terwujud dalam selembar kenangan lama.

Indahnya malam tak membuatku semakin gusar melaluinya, meskipun menatap hari demi hari yang selalu merasa hening dalam jiwa jiwa yang kesepian. Mungkin bagiku, tak layak jika seorang perempuan yang menemani hidupnya dalam kenangan yang membuatnya menebar riuh dan menganggap semuanya rahasia dibalik sebuah peristiwa. Jangan kembali kau risaukan aku, yang seolah olah telah gagal mencintaimu, dalam dunia yang penuh dengan keistimewaan, dan sebuah harapan yang saling beradu dengan pelampiasan rasa hampa, mencoba untuk saling menghancurkan satu sama lain.

Kehilangan sebuah cinta, yang membuatnya benci dengan dunia, disaat alam semesta menakdirkan itu semua dalam skenario kehidupan. Melepaskan memang terlalu sulit jika dipaksakan dengan senyuman, namun semuanya telah tinggal sisa sisa rindu yang membuatnya hening dalam kesendirian. Disaat malam ingin berakhir, mungkin kehilangan adalah pelampiasan dimana malam bercumbu dengan harapan yang menjadikan itu semua dalam angan semu …